Home Khazanah Islam Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Al Washliyah Sampaikan 4 Pesan

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Al Washliyah Sampaikan 4 Pesan

Santri menguatkan negeri

43
0
SHARE
Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Al Washliyah Sampaikan 4 Pesan

Keterangan Gambar : Ketua Umum Al Jam’iyatul Washliyah, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH., MM., di tengah santri (foto pb)

Jakarta, pjminews.com- Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al Jam’iyatul Washliyah, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH., MM., mengajak seluruh santri Indonesia menjadikan ilmu sebagai landasan pengabdian, memperkuat akhlak, membangun kemandirian ekonomi, serta menjaga persatuan bangsa. Pesan tersebut disampaikan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang jatuh pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Tema HSN tahun ini, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, menurut Masyhuril, menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan Indonesia. Santri bukan sekadar pencari ilmu agama, melainkan pewaris perjuangan ulama, penjaga tradisi keilmuan, sekaligus benteng moral bangsa di tengah perubahan zaman.

“Atas nama Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh santri, ulama, dan pendidik di seluruh Indonesia,” ujar Masyhuril kepada pers di Jakarta.

Semangat Resolusi Jihad 1945, menurut Masyhuril, menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada Allah SWT dan kecintaan kepada tanah air merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Nilai perjuangan tersebut harus terus diwariskan kepada generasi santri agar tetap memiliki komitmen keagamaan sekaligus tanggung jawab kebangsaan.

Empat Pesan

Dalam momentum Hari Santri Nasional tahun ini, Masyhuril menyampaikan empat pesan utama yang perlu menjadi pegangan santri dalam menyiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Pertama, menjadikan ilmu sebagai cahaya pengabdian, bukan sekadar beban pendidikan. Ia mengingatkan bahwa proses belajar harus dilandasi niat karena Allah SWT dan diarahkan untuk memberikan manfaat bagi umat serta bangsa.

Semangat tersebut sejalan dengan perjalanan Al Washliyah yang berdiri sejak 1930 dengan misi mencerdaskan kehidupan umat. Pendidikan, mulai dari madrasah hingga perguruan tinggi, menjadi salah satu jalur utama organisasi dalam menjalankan dakwah dan membangun kualitas sumber daya manusia.

Kedua, memperkuat akhlak di tengah derasnya arus perubahan zaman. Bagi Masyhuril, kecerdasan intelektual tidak akan memberikan manfaat optimal apabila tidak disertai kemuliaan perilaku.

”Kuatkan akhlak di tengah arus zaman. Tingginya ilmu tanpa akhlak ibarat lampu terang namun berada di tangan pencuri. Semakin tinggi ilmu yang kau pelajari, semakin mulia pula akhlak yang harus kau tunjukkan kepada sesama,” tambahnya.

Pesan ketiga, santri harus tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan produktif. Masyhuril mengingatkan bahwa ilmu tidak cukup berhenti pada penguasaan teori atau kegiatan ibadah, tetapi harus diwujudkan dalam karya nyata yang membawa manfaat dan kesejahteraan.

Al Washliyah, kata Masyhuril, terus mendorong lahirnya santri yang tidak hanya saleh secara pribadi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam bidang ekonomi. Pengelolaan zakat, pengembangan wakaf, serta penguatan ekosistem halal merupakan sejumlah bidang yang dapat menjadi ruang pengabdian sekaligus pemberdayaan ekonomi umat.

Sedangkan pesan keempat, menjaga kebersamaan dan persatuan. Menurut Masyhuril, perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk membangun permusuhan atau perpecahan. Sebaliknya, santri harus tampil sebagai perekat persaudaraan dan penjaga harmoni sosial.

”Nilai-nilai ke-Al-Washliyahan mengajarkan pentingnya memelihara ukhuwah, menebarkan kebaikan, serta menyatukan hati umat demi kepentingan bersama,” tambah Masyhuril.

Masyhuril yang juga Ketua Bidang Halal MUI Pusat ini berpesan agar para santri tetap rendah hati, teguh memegang prinsip, tetapi tidak menutup diri terhadap kemajuan. Kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman perlu berjalan seiring dengan keteguhan iman dan nilai-nilai keislaman.

“Para santri yang dirahmati Allah, kalian adalah harapan masa depan. Pesantren adalah jantung kebangkitan umat, dan kalian adalah denyutnya. Jangan takut bermimpi besar, asalkan langkahmu tetap di jalan Allah,” tuturnya.

Menutup pesannya, Masyhuril menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional 2026 kepada seluruh santri di Tanah Air. Ia berharap Allah SWT senantiasa melindungi dan memberkahi langkah para santri agar tumbuh menjadi generasi yang menguatkan agama, menyejahterakan umat, dan memajukan bangsa.***(pjmi/Il)